Jumat, 17 Oktober 2014
Tiba di Jakarta, Timnas U-19 Disambut Hangat
Keterlambatan Timnas U-19 mendarat di tanah air, tidak menyurutkan semangat para fan. Puluhan fan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tetap meluapkan kegembiraan ketika rombongan Evan Dimas dkk berhamburan keluar gerbang kedatangan luar negeri Bandara Soekarno Hatta, Jumat 17 Oktober pukul OO.07 WIB dini hari.
Seperti yang telah dijadwalkan, rombongan "Garuda Muda" sebetulnya di jadwalkan mendarat pada hari Kamis, 16 Oktober pukul 22.45 WIB. Namun, berhubung ada sedikit masalah ketika pengambilan koper. Kepulangan "Garuda Muda" terpaksa telat.
"Sebetulnya kita sudah sampai dari tadi. Tapi, di dalam agak lama ngambil kopernya," ujar salah satu ofisial timnas U-19 sambil langsung berjalan menuju bus PSSI.
Meski membawa pulang oleh-oleh kegagalan, rombongan Timnas U-19 tetap menampilkan keceriaan. Semua penggawa termasuk staf ofisial, tak terkecuali pelatih Indra Sjafri, tetap mengumbar senyum dan memberi salam hangat kepada para fan sambil berlalu.
Tidak jarang para penggawa Garuda Muda menghentikan langkahnya sejenak dan menyempatkan diri menerima ajakan foto bersama. Evan Dimas dan Indra Sjafri tampak paling diincar sebagai target foto bersama para fan maupun pengunjung.
Tidak mau berlama-lama di bandara, seluruh rombongan timnas U-19 yang kompak mengenakan jaket sweater biru langsung meletakkan koper merah besar milik mereka masing-masing. Kepergian timnas U-19 tetap diiringi lagu dan yel-yel penyemangat dari para fan.
Pemain Timnas U19 Belum Punya Klub
Tim nasional Indonesia U-19 dibubarkan setelah tidak berhasil lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2015. Mereka akan kembali ke klub masing-masing, tetapi ada beberapa pemain yang masih tanpa klub.
Dari 23 pemain Garuda Muda yang dibawa ke Piala AFC U-19 di Myanmar, terdapat sembilan pemain yang masih berstatus tanpa klub.
Salah satu dari sembilan nama itu merupakan pemain utama di timnas U-19, yakni bek sentral Hansamu Yama Pratama. Berikut sembilan pemain timnas U-19 yang masih belum terikat kontrak dengan klub:
Hansamu Yama Pratama (Bek)
Diky Indrayana (Kiper)
Febly Gushendra (Bek)
Mahdi Fahri Albaar (Bek)
Ricky Fajrin (Bek)
Hendra Sandi Gunawan (Gelandang)
Dimas Drajad (Penyerang)
Dinan Javier (Penyerang)
Septian David Maulana (Penyerang) ( TRIBUNNEWS.COM)
Senin, 06 Oktober 2014
Penyambutan Timnas U-19 di Yangon, Myanmar
Pesawat Thai Airways dengan nomor penerbangan TG 305 baru akan landing pukul 06.45 malam, namun pukul 6 sore sudah terlihat banyak masyarakat Indonesia dengan pakaian merah putih yang memadati bandara. Tujuan mereka hanya satu, menyambut timnas U 19 kebanggan bangsa serta memberi semangat bahwa di Myanmar, “They’re Not Alone”.
Sekitar 50 orang Indonesia berkumpul mulai dari anak-anak hingga dewasa berkumpul di ruang kedatangan International bandara Yangon. Bukan orang Indonesia kalo tidak heboh jika sudah berkumpul dan hal itu membuat kami di tegur polisi bandara karena bergerombol dan menghalangi jalan keluar. Setelah salah seorang staff kedutaan memberikan penjelasan bahwa ini hanya sebentar dan akan menyambut timnas U 19 yang akan berlaga di AFC, akhirnya polisi itu mengerti dan hanya meminta kami untuk tidak menghalangi jalan.
Setelah proses imigrasi kelar, semua pemain Timnas keluar dengan membawa troly bagasi. Terlihat pula Bapak DR. Ito Sumardi, Duta Besar Indonesia untuk Myanmar beserta Ibu juga turut menyambut rombongan Timnas U 19 dengan mengenakan seragam merah putih bertuliskan Indonesia.
Lagu Garuda di Dadaku yang menggema bersama kibaran merah putih menyambut kedatangan timnas U 19 lengkap dengan spanduk bertuliskan “Selamat Berjuang Garuda Muda”. Terlihat Indra Sjafrie, Evan Dimas, Ravi Murdianto dan rombongan lainnya terlihat berjalan keluar setelah menempuh perjalanan panjang dari Jogjakarta, Jakarta dan Bangkok.
Selamat datang di Golden Land, Myanmar kawan, semoga perjuanganmu tak sia-sia dan bisa memenangkan semua pertandingan demi kebanggaan bangsa. Garuda di Dada Kita!!
Senin, 29 September 2014
23 pemain Garuda Jaya yang di bawa ke Myanmar
%2Bcopy.jpg)
Indra Sjafri menjelaskan kalau pemain yang tereleminasi dari skuat bisa disebabkan karena cedera dan posisinya diisi banyak pemain.
Berikut 23 pemain Timnas Indonesia U-19 yang di bawa ke Myanmar untuk Piala Asia U-19 atau AFC U-19
Kiper :
1. Ravi Murdianto
2. Moch Diky Indriyana
3. Rully Desrian
Bek :
1. Putu Gede
2. Hanzamu yama
3. Sahrul Kurniawan
4.Fatur Rochman
5. Mahdi Fahri Albaar
6. Ricky Fajrin
7. Rudolof Yanto
8. Febly.G
Gelandang :
1. Evan Dimas
2. Paulo Sitanggang
3. Hargianto
4. Zulfiandi
5. Hendra Sandi
6. Ichsan Kurniawan
Striker :
1. Ilham Udin
2. Maldini Pali
3. Muchlis Hadi.NS
4. Dimas Drajad
5. Septian David Maulana
6. Dinan Yahdian Javier
Pemain Yang di Coret atau di pulangkan :
1. Yabes Roni
2. Awan Setho(Cedera)
3. Ryuji Utomo(Cedera)
4. Miftahul Hamdi
Kiper :
1. Ravi Murdianto
2. Moch Diky Indriyana
3. Rully Desrian
Bek :
1. Putu Gede
2. Hanzamu yama
3. Sahrul Kurniawan
4.Fatur Rochman
5. Mahdi Fahri Albaar
6. Ricky Fajrin
7. Rudolof Yanto
8. Febly.G
Gelandang :
1. Evan Dimas
2. Paulo Sitanggang
3. Hargianto
4. Zulfiandi
5. Hendra Sandi
6. Ichsan Kurniawan
Striker :
1. Ilham Udin
2. Maldini Pali
3. Muchlis Hadi.NS
4. Dimas Drajad
5. Septian David Maulana
6. Dinan Yahdian Javier
Pemain Yang di Coret atau di pulangkan :
1. Yabes Roni
2. Awan Setho(Cedera)
3. Ryuji Utomo(Cedera)
4. Miftahul Hamdi
Jumat, 26 September 2014
Indra Sjafri akan mengeluarkan 3 pemain
Arsitek timnas U-19 Indra Sjafri sudah melakukan evaluasi sekaligus penilaian siapa-siapa saja pemain yang pantas untuk dibawanya ke Piala Asia U-19 Myanmar Oktober mendatang. Sudah ada 4 hasil uji coba yang sudah dilakoni di Tur Spanyol menjadi bahan penilaian siapa 3 pemain yang akan dicoretnya.
Berdasarkan 26 pemain yang dibawa ke Spanyol, pelatih Indra memang harus mencoret 3 pemain. Pasalnya hanya 23 pemain yang akan dibawa ke Myanmar nanti. Seleksi paling akhir oleh Indra didapatkan setelah melihat penampilan pemainnya saat dikalahkan Real Madrid C 0-5 di laga terakhir tur Spanyol, pada hari Kamis (25/9/2014).
“Ya. Kini kita tak bicara skor. Sebab sekarang kita tim pelatih tahu persis, bahwa kita sudah tahu dari 26 pemain yang ada, selanjutnya siapa tiga pemain yang tereliminasi sebelum berangkat ke Myanmar. Semua sudah dibicaraakan dan kami sepakat mengeluarkan tiga pemain ini. ” kata Indra seusai pertandingan.
Adanya keputusan pencoretan pemain akan diputuskan akhir bulan ini atau 30 September. Jadi ini artinya, hanya akan ada 23 pemain sudah siap untuk berlatih intensif di fase terakhir menjelang berangkat ke Myanmar.
Pelatih Indra menuturkan jika timnas U-19 sudah memetik banyak pelajaran selama main di Spanyol. “Kita banyak belajar di sini. Hal ini yang perlu kita dapatkan. Timnas dan pemain-pemain usia muda harus banyak beruji coba, kemudian bermain dengan tim-tim yang levelnya jauh lebih tinggi dari kita.” ujar dia. [Mrbola]
Berdasarkan 26 pemain yang dibawa ke Spanyol, pelatih Indra memang harus mencoret 3 pemain. Pasalnya hanya 23 pemain yang akan dibawa ke Myanmar nanti. Seleksi paling akhir oleh Indra didapatkan setelah melihat penampilan pemainnya saat dikalahkan Real Madrid C 0-5 di laga terakhir tur Spanyol, pada hari Kamis (25/9/2014).
“Ya. Kini kita tak bicara skor. Sebab sekarang kita tim pelatih tahu persis, bahwa kita sudah tahu dari 26 pemain yang ada, selanjutnya siapa tiga pemain yang tereliminasi sebelum berangkat ke Myanmar. Semua sudah dibicaraakan dan kami sepakat mengeluarkan tiga pemain ini. ” kata Indra seusai pertandingan.
Adanya keputusan pencoretan pemain akan diputuskan akhir bulan ini atau 30 September. Jadi ini artinya, hanya akan ada 23 pemain sudah siap untuk berlatih intensif di fase terakhir menjelang berangkat ke Myanmar.
Pelatih Indra menuturkan jika timnas U-19 sudah memetik banyak pelajaran selama main di Spanyol. “Kita banyak belajar di sini. Hal ini yang perlu kita dapatkan. Timnas dan pemain-pemain usia muda harus banyak beruji coba, kemudian bermain dengan tim-tim yang levelnya jauh lebih tinggi dari kita.” ujar dia. [Mrbola]
Rabu, 24 September 2014
Laga Barcelona B Vs Timnas U-19 Digelar Tanpa Penonton
Laga ini memang akan menarik perhatian karena Luis Suarez akan tampil memperkuat Barcelona B. Hal tersebut dipastikan oleh pelatih Luis Enrique. Namun, Enrique menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih Barcelona B, Eusebio Sacristán, soal waktu bermain bagi Suarez.
"Dia akan mendapatkan menit bermain, dan Eusebio akan menyesuaikannya. Ini akan bagus bagi pemain, tetapi nanti adalah pertandingan yang berbeda," kata Enrique.
"Dia tidak bisa membela timnya dan hanya berhadapan dengan tim U-19. Namun, Suarez perlu mendapatkan ritme pertandingan. Pertandingan tidak dibuka untuk umum, meskipun media akan hadir," sambungnya.
"Dia akan mendapatkan menit bermain, dan Eusebio akan menyesuaikannya. Ini akan bagus bagi pemain, tetapi nanti adalah pertandingan yang berbeda," kata Enrique.
"Dia tidak bisa membela timnya dan hanya berhadapan dengan tim U-19. Namun, Suarez perlu mendapatkan ritme pertandingan. Pertandingan tidak dibuka untuk umum, meskipun media akan hadir," sambungnya.
Barcelona memutuskan, laga uji coba Barcelona B melawan tim nasional
Indonesia U-19 B di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Rabu (24/9/2014) malam
WIB, digelar tanpa penonton.
"Hanya media yang memiliki akreditasi yang boleh hadir," tulis Barcelona di situs resminya.
"Hanya media yang memiliki akreditasi yang boleh hadir," tulis Barcelona di situs resminya.
Suarez memang belum bisa membela tim utama semenjak bergabung dari Liverpool pada 11 Juli 2014. Suarez sedang menjalani hukuman dari FIFA karena bomber asal Uruguay tersebut menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, pada Piala Dunia 2014.
Ia dilarang tampil dalam sembilan pertandingan internasional dan dilarang terlibat dalam semua kegiatan sepak bola selama empat bulan.
Suarez kemudian melanjutkan usahanya mendapatkan keringanan hukuman melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada 14 Agustus 2014, CAS membatalkan sebagian sanksi Suarez, yaitu sanksi larangan berlatih bersama tim dan larangan masuk stadion. Suarez juga diizinkan bermain pada laga tak resmi selama masa hukuman empat bulan itu.[KOMPAS.com]
Selasa, 23 September 2014
Indra Sjafri , jila Suarez main itu anugrah untuk Garuda Jaya
Kabar akan diturunkannya striker termahal di dunia Luis Suarez pada laga antara Barcelona B melawan Timnas U-19, Rabu (24/9), langsung mendapat tanggapan positif dari Pelatih Garuda Jaya, Indra Sjafri.
Menurutnya, bila Suarez benar-benar diturunkan pada laga yang akan digelar di Ciutat Esportiva Joan Gamper itu, tentu akan jadi anugerah buat Timnas U-19.
"Kami sangat senang kalau memang Luis Suarez diturunkan. Ini berarti anugerah buat Timnas U-19 karena kami di sini butuh tekanan yang banyak agar pemain bisa cari solusi untuk itu," ujar Indra Sjafri, Selasa (23/9).
Sebagaimana diketahui, Suarez saat ini tengah dihukum oleh FIFA dan tak boleh tampil pada laga kompetitif hingga akhir Oktober mendatang. Meski dilarang bermain pada laga resmi, Suarez boleh berlatih bersama rekan-rekan setimnya di Barca. Striker asal Uruguay itu juga diizinkan untuk ambil bagian pada laga-laga friendly.
Media ternama Spanyol, Sport, menyebut bahwa Barca mungkin saja menurunkan Suarez pada laga melawan timnas U-19 agar dia tetap mendapatkan waktu bermain. Namun, sejauh ini Barca tak memberikan pernyataan apapun soal kemungkinan bermainnya Suarez.
Indikasi lain yang menguatkan dugaan Suarez akan main adalah rencana Barca TV menyiarkan secara langsung laga Barca B melawan timnas U-19, hanya beberapa jam sebelum duel Barca versus Malaga di La Liga. Untuk sebuah siaran langsung, hadirnya Suarez tentu akan menjadi magnet tersendiri.
Jika benar-benar bermain di laga ini, maka Suarez memang akan menjadi ujian yang bagus bagi lini belakang tim Garuda Jaya yang dikomandoi Hansamu Yama Pranata.
Kendati demikian, Indra Sjafri menegaskan, ia tidak akan memberikan pengawalan khusus terhadap mantan striker Liverpool itu.
"Kami main bukan untuk seseorang, tetapi tim. Siapa pun pemainnya sama saja," terang Indra Sjafri.[JKTnews.com]
Menurutnya, bila Suarez benar-benar diturunkan pada laga yang akan digelar di Ciutat Esportiva Joan Gamper itu, tentu akan jadi anugerah buat Timnas U-19.
"Kami sangat senang kalau memang Luis Suarez diturunkan. Ini berarti anugerah buat Timnas U-19 karena kami di sini butuh tekanan yang banyak agar pemain bisa cari solusi untuk itu," ujar Indra Sjafri, Selasa (23/9).
Sebagaimana diketahui, Suarez saat ini tengah dihukum oleh FIFA dan tak boleh tampil pada laga kompetitif hingga akhir Oktober mendatang. Meski dilarang bermain pada laga resmi, Suarez boleh berlatih bersama rekan-rekan setimnya di Barca. Striker asal Uruguay itu juga diizinkan untuk ambil bagian pada laga-laga friendly.
Media ternama Spanyol, Sport, menyebut bahwa Barca mungkin saja menurunkan Suarez pada laga melawan timnas U-19 agar dia tetap mendapatkan waktu bermain. Namun, sejauh ini Barca tak memberikan pernyataan apapun soal kemungkinan bermainnya Suarez.
Indikasi lain yang menguatkan dugaan Suarez akan main adalah rencana Barca TV menyiarkan secara langsung laga Barca B melawan timnas U-19, hanya beberapa jam sebelum duel Barca versus Malaga di La Liga. Untuk sebuah siaran langsung, hadirnya Suarez tentu akan menjadi magnet tersendiri.
Jika benar-benar bermain di laga ini, maka Suarez memang akan menjadi ujian yang bagus bagi lini belakang tim Garuda Jaya yang dikomandoi Hansamu Yama Pranata.
Kendati demikian, Indra Sjafri menegaskan, ia tidak akan memberikan pengawalan khusus terhadap mantan striker Liverpool itu.
"Kami main bukan untuk seseorang, tetapi tim. Siapa pun pemainnya sama saja," terang Indra Sjafri.[JKTnews.com]
Timnas U-19 Angkat Trofi Liga Champions
Skuad Timnas Indonesia U-19 tampaknya tak mau menyia-nyiakan kesempatan berkunjung ke markas Barcelona, Stadion Camp Nou. Selain berjalan-jalan di kawasan Barcelona, Evan Dimas dan kawan-kawan juga mengabadikan momen-momen di stadion berkapasitas 98.772 tempat duduk itu.
Tim asuhan Indra Sjafri itu juga menjalani tur di Stadion Camp Nou, melihat sejumlah sudut tempat Barcelona bermarkas. Tentu saja, kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh skuad Garuda Jaya untuk berfoto.
Dalam akun Twitter Nine Sport Inc, wajah-wajah para pemain Timnas U-19 tampak begitu ceria, terutama saat selfie di stadion Camp Nou. Putu Gede Juni Antara, Sahrul Kurniawan, Evan Dimas, menyempatkan diri berselfie ria.
Yang menarik ketika ada seorang pria tua yang tengah mengikuti tur di Camp Nou, mengajak foto salah satu bek Garuda Jaya, Sahrul Kurniawan. Sementara itu, para pemain Timnas U-19 lainnya terlihat menjelajahi mixed zone dan ruang konferensi pers di Camp Nou.
Di tempat lain, kiper utama Timnas U-19, Ravi Murdianto, beraksi di depan kamera sambil mengangkat trofi Liga Champions yang pernah dimenangkan Blaugrana. Setelah itu, para pemain pun bergantian foto dengan gaya mengangkat trofi turnamen antarklub elite Eropa tersebut.
Barca TV, yang akan menyiarkan langsung pertandingan antara Barcelona B kontra Timnas U-19, juga menyempatkan diri mewawancari Indra Sjafri dan Evan Dimas. Laga kontra Barcelona B yang digelar pada Rabu 24 September 2014, merupakan pertandingan ketiga Tur Spanyol Garuda Jaya, setelah sebelumnya menghadapi Atletico Madrid B dan Valencia B.[VIVAbola]
Penampilan Kiper Muda gampang Turun Naik
Pelatih Kiper Garuda Jaya Jarot Supriadi mengatakan usia memengaruhi kematangan penjaga gawang di lapangan. Hal ini yang membuat karakteristik tiga penjaga gawang Garuda Jaya memiliki perbedaan. Masing-masing memiliki kelebihan walaupun porsi latihan yang diberikan relatif tidak jauh beda.
Jarot tidak membandingkan satu persatu penjaga gawangnya. Akan tetapi
secara umum ia menjelaskan usia sangat memengaruhi penampilan penjaga
gawang di setiap pertandingan.
"Ketiga penjaga gawang kami memiliki kelebihan masing-masing. Tentu saja, itu tercatat secara rapi dari setiap latihan," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball beberapa waktu lalu.
"Usia yang masih muda, mentalnya terkadang mudah turun naik. Itu sebabnya kalau pas lagi bagus, bagus banget. Tapi mudah untuk turunnya," ujarnya.
Jarot menjelaskan penampilan penjaga gawang di setiap pertandingan selalu berbeda. Begitu juga dengan tingkat kesulitan yang tidak bisa diprediksi. "Semuanya situasional. Tapi kiper harus bisa membaca situasi pertandingan," ujarnya.
Untuk bisa membaca situasi, Jarot menegaskan penjaga gawang harus rajin berlatih dan mengikuti semua tahapan yang telah ditentukan. Dengan demikian, penjaga gawang itu akan tampil percaya diri di lapangan jika program latihan bisa dijalani dengan baik.
"Semakin baik di latihan, kiper akan tampil percaya diri," ujarnya.[TRIBUNNEWS.COM]
"Ketiga penjaga gawang kami memiliki kelebihan masing-masing. Tentu saja, itu tercatat secara rapi dari setiap latihan," ujar Jarot Supriadi kepada Harian Super Ball beberapa waktu lalu.
"Usia yang masih muda, mentalnya terkadang mudah turun naik. Itu sebabnya kalau pas lagi bagus, bagus banget. Tapi mudah untuk turunnya," ujarnya.
Jarot menjelaskan penampilan penjaga gawang di setiap pertandingan selalu berbeda. Begitu juga dengan tingkat kesulitan yang tidak bisa diprediksi. "Semuanya situasional. Tapi kiper harus bisa membaca situasi pertandingan," ujarnya.
Untuk bisa membaca situasi, Jarot menegaskan penjaga gawang harus rajin berlatih dan mengikuti semua tahapan yang telah ditentukan. Dengan demikian, penjaga gawang itu akan tampil percaya diri di lapangan jika program latihan bisa dijalani dengan baik.
"Semakin baik di latihan, kiper akan tampil percaya diri," ujarnya.[TRIBUNNEWS.COM]
Timnas U-19 di Evaluasi Berdasar Data Statistik
Indra Sjafri menyatakan ia menilai kinerja para anak asuhnya dalam tur ke Spanyol melalui data statistik yang dikumpulkan selama pertandingan berlangsung.
Setidaknya, berbekal masukan dari dua pertandingan sebelumnya, yakni melawan Atletico Madrid B dan Valencia B, Indra berharap bisa melihat langsung perkembangan dari para pemainnya.
"Dari dua pertandingan sebelumnya, kita sudah lakukan evaluasi. Memang setiap pertandingan kita lakukan evaluasi dan ada data-data angka, data-data statistik, yang kita punya," ungkap Indra.
"Laga pertama lawan Atletico Madrid B, kita kalah dalam penguasaan bola 48-52. Tapi dengan Valencia kita lebih baik, bisa menguasai 51 persen penguasaan bola," imbuhnya.
Meski demikian, Indra menegaskan bahwa masih ada ruang bagi skuatnya untuk berkembang, terutama dalam hal pertahanan dan penyelesaian akhir.
"Dua gol yang bersarang ke gawang kita dari proses dari pinggir, mereka lakukan cut back dan gol ke gawang kita," jelasnya.
Di laga selanjutnya, Timnas U-19 akan menghadapi Barcelona B dalam partai yang dihelat di Ciutat Es Sportiva Joan Gamper, Rabu (24/9) besok.[Bola.net]
Setidaknya, berbekal masukan dari dua pertandingan sebelumnya, yakni melawan Atletico Madrid B dan Valencia B, Indra berharap bisa melihat langsung perkembangan dari para pemainnya.
"Dari dua pertandingan sebelumnya, kita sudah lakukan evaluasi. Memang setiap pertandingan kita lakukan evaluasi dan ada data-data angka, data-data statistik, yang kita punya," ungkap Indra.
"Laga pertama lawan Atletico Madrid B, kita kalah dalam penguasaan bola 48-52. Tapi dengan Valencia kita lebih baik, bisa menguasai 51 persen penguasaan bola," imbuhnya.
Meski demikian, Indra menegaskan bahwa masih ada ruang bagi skuatnya untuk berkembang, terutama dalam hal pertahanan dan penyelesaian akhir.
"Dua gol yang bersarang ke gawang kita dari proses dari pinggir, mereka lakukan cut back dan gol ke gawang kita," jelasnya.
Di laga selanjutnya, Timnas U-19 akan menghadapi Barcelona B dalam partai yang dihelat di Ciutat Es Sportiva Joan Gamper, Rabu (24/9) besok.[Bola.net]
Garuda Jaya Tak akan Istimewakan Suarez
Meski kabar akan turunnya Luis Suarez membela Barcelona B di partai uji coba, Rabu (24/9) besok semakin gencar, namun Timnas Indonesia U-19 tetap kalem.
Pelatih tim Garuda Jaya, Indra Sjafri menegaskan bahwa timnya tak akan memberikan pengawalan khusus terhadap bomber asal Uruguay tersebut di atas lapangan.
"Kami main bukan untuk seseorang, tetapi tim. Siapa pun pemainnya sama saja," terang Indra Sjafri.
Sebelumnya, media lokal Catalan, Sport melansir bahwa Suarez bisa saja dimainkan dalam laga ini untuk menjaga kebugarannya karena kini tengah menjalani hukuman larangan bermain.
Pelatih tim Garuda Jaya, Indra Sjafri menegaskan bahwa timnya tak akan memberikan pengawalan khusus terhadap bomber asal Uruguay tersebut di atas lapangan.
"Kami main bukan untuk seseorang, tetapi tim. Siapa pun pemainnya sama saja," terang Indra Sjafri.
Sebelumnya, media lokal Catalan, Sport melansir bahwa Suarez bisa saja dimainkan dalam laga ini untuk menjaga kebugarannya karena kini tengah menjalani hukuman larangan bermain.
Evan Dimas Harap Lawan Suarez Bukan Sekadar Kabar Burung
Kapten Timnas Indonesia U-19 ini berharap hal itu bukan kabar burung semata.
"Wah semoga memang benar begitu," ujar Evan Selasa (23/09).
Evan sendiri belum mendapatkan kabar pasti terkait bakal turunnya Suarez melawan Timnas U-19, Rabu (24/09) besok. Meski ia tahu striker anyar Barca itu masih menjalani hukuman dilarang tampil di laga resmi oleh FIFA.
Rumor bakal turunnya Suarez di laga kontra Garuda Jaya sendiri mulai dihembuskan media lokal Catatan, Sport. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kondisi fisik Suarez yang masih belum bisa tampil di laga resmi.
"Saya dan teman-teman tentu senang bisa melawan pemain kelas dunia seperti Suarez. Ini akan menjadi pengalaman kami," pungkas Evan.[Bola.net]
Suarez Dijadwalkan Ikut Uji Coba Lawan Timnas U-19
Bintang Barcelona, Luis Suarez, dikabarkan akan ambil bagian pada pertandingan uji coba Barcelona B melawan Timnas Indonesia U-19.
Timnas U-19 akan menjajal Barca B pada Rabu (24/9/2014) besok di Ciutat Esportiva Joan Gamper. Itu adalah laga ketiga 'Garuda Muda' di Spanyol setelah sebelumnya mereka kalah 1-2 dari Atletico Madrid B dan mengimbangi Valencia B 1-1.
Seperti dikutip media Spanyol, Sport, Selasa (23/9/2014) menyebut bahwa Barca mungkin saja menurunkan Suarez agar dia tetap mendapatkan waktu bermain.
Sebagaimana diketahui, Suarez saat ini tengah dihukum oleh FIFA dan tak boleh tampil pada laga kompetitif hingga akhir Oktober mendatang.
Meski dilarang bermain pada laga resmi, Suarez boleh berlatih bersama rekan-rekan setimnya di Barca. Striker asal Uruguay itu juga diizinkan untuk ambil bagian pada laga-laga persahabatan. Namun, sejauh ini Barca tak memberikan pernyataan apapun soal kemungkinan bermainnya Suarez.
Timnas U-19 akan menjajal Barca B pada Rabu (24/9/2014) besok di Ciutat Esportiva Joan Gamper. Itu adalah laga ketiga 'Garuda Muda' di Spanyol setelah sebelumnya mereka kalah 1-2 dari Atletico Madrid B dan mengimbangi Valencia B 1-1.
Seperti dikutip media Spanyol, Sport, Selasa (23/9/2014) menyebut bahwa Barca mungkin saja menurunkan Suarez agar dia tetap mendapatkan waktu bermain.
Sebagaimana diketahui, Suarez saat ini tengah dihukum oleh FIFA dan tak boleh tampil pada laga kompetitif hingga akhir Oktober mendatang.
Meski dilarang bermain pada laga resmi, Suarez boleh berlatih bersama rekan-rekan setimnya di Barca. Striker asal Uruguay itu juga diizinkan untuk ambil bagian pada laga-laga persahabatan. Namun, sejauh ini Barca tak memberikan pernyataan apapun soal kemungkinan bermainnya Suarez.
Timnas U-19 Langsung Shopping di Barcelona
Usai menghadapi Valencia Timnas sengaja berlama-lama berlatih di Valencia. Pada hari terakhir sebelum menuju Barcelona, Senin (22/9) pagi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri membawa tim berlatih rilek di pantai Valencia.
Pukul 11.00 waktu setempat, rombongan Timnas U-19 bertolak meninggalkan Valencia menuju Barcelona dengan menggunakan bus selama 3,5 jam perjalanan. Pukul 15.30 waktu Barcelona, rombongan tiba di Barcelona.
Tidak kegiatan berupa latihan setelah tiba di Barcelona. Malamnya, sebagian besar rombongan memilih jalan-jalan ke pusat perbelanjaan La Rambla di pusat kota Barcelona.
Pukul 11.00 waktu setempat, rombongan Timnas U-19 bertolak meninggalkan Valencia menuju Barcelona dengan menggunakan bus selama 3,5 jam perjalanan. Pukul 15.30 waktu Barcelona, rombongan tiba di Barcelona.
Tidak kegiatan berupa latihan setelah tiba di Barcelona. Malamnya, sebagian besar rombongan memilih jalan-jalan ke pusat perbelanjaan La Rambla di pusat kota Barcelona.
Australia dan Myanmar Bidik Kekuatan Garuda Jaya
JAKARTA - Penasihat Teknik Tim Nasional U-19 Rudy William Keltjes mengatakan Garuda Jaya banyak diincar musuhnya di Piala Asia 2014, Myanmar.
"Australia dan Myanmar membidik kita. Mereka sudah mengucapkan selamat ketemu di Myanmar," ujar Rudy William Keltjes kepada Harian Super Ball, Senin (22/9).
Rudy William menjelaskan pihaknya bertemu dengan tim official dari kedua negera itu saat mengikuti Turnamen Pre-Repatory AFF U-19 2014, di Vietnam. Dalam pertemuan itu, Australia kata Rudy sempat memuji permainan Garuda Jaya. Mereka memberikan acungan jempol terutama pada dua pemain sayap, Ilham Udin Armayn dan Maldini yang memiliki kecepatan tinggi.
"Dua sayap kita dipuji Australia. Mereka sangat ingin melihat permainan kita," ujarnya.
Rudy menegaskan keputusan BTN (Badan Tim Nasional) PSSI mengutus Timnas U-19 B ke Pre-Repatory AFF 2014 di Vietnam sangat tepat. Alasannya, tim bukan saja mengasah kemampuan dan menyembunyikan kekuatan dari lawan. "Kemarin banyak yang mempertanyakan kemana tim Indonesia, saya bilang lagi di Spanyol," ujarnya.
Tim asuhan Pelatih Indra Sjafri menjalani pelatnas di Spanyol. Evan Dimas dkk menjalani lima laga ujicoba melawan klub Eropa. Selain laga ujicoba, timnas mendapatkan masukan dari pelatih klub lawan soal strategi yang diterapkan dalam pertandingan.[TRIBUNNEWS.COM]
Minggu, 21 September 2014
Bek Timnas U-19 Jalani Latihan Khusus
Valencia - Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri memberikan pelatihan khusus kepada barisan belakang Garuda Jaya menjelang pertandingan uji coba melawan Barcelona B, Rabu 24 September 2014 mendatang.
Berdasarkan informasi yang diterima Goal Indonesia, Minggu (21/9/2014), usai melakoni laga uji coba melawan Valencia-Mestalla, pemain sempat diliburkan, dan kembali menjalani latihan ringan di tempat penginapan kemarin. Setelah itu, tim pelatih menyaksikan pertandingan tim Valencia U-15 dan U17 di Estadi Antonio Puchades.
Evan Dimas dan kawan-kawan kembali menjalani latihan pada sore hari di Estadi Antonio Puchades. Dalam latihan ini, Indra Sjafri mematangkan bola-bola pendek, dan memberikan pola latihan khusus untuk lini pertahanan dalam mengatasi umpan silang lawan.
Hari ini, timnas U-19 menjalani rutinitas tak jauh berbeda dengan kemarin, yakni melakukan latihan pagi dan sore di tempat yang sama, namun dengan pola kepelatihan yang berbeda.
Sebelumnya, Indra Sjafri pernah mengemukakan pandangannya saat timnya bertanding melawan tim dari Eropa dan luar Benua Biru. Pandangan itu didapat Indra setelah menjalani dua laga uji coba di Spanyol.
Menurut pelatih berdarah Minang itu, tim Eropa mengembangkan taktik untuk menangkal taktik lawan, "Bila menjadi gol, itu menjadi bonus buat mereka. Sedangkan tim dari luar Eropa, mereka mencari strategi untuk mengalahkan lawan," tutur Indra.[Liputan6.com]
Rabu, 27 Agustus 2014
Timnas U-19 Nominasikan Tiga Negara Eropa Ini untuk TC
Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 menjajaki opsi tiga negara di Eropa untuk tempat Training Center (TC) sebelum tampil pada Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang. Tiga negara Eropa tersebut akan menjadi lokasi uji coba dengan salah satu klub sepakbola di negara itu. Namun rencana Training di tiga negara itu masih dalam pembahasan dengan Badan Tim Nasional (BTN).
“Semalam (25/8) dari diskusi kami dengan dengan PSSI dan BTN muncul negara Inggris, Spanyol dan Italia yang salah satunya nanti menjadi lokasi training para pemain,” jelas pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri usai memimpin latihan tim di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, Selasa (26/8/2014) petang.
Meski demikian, belum diputuskan berapa banyak klub di tiga negara tersebut yang akan menjadi lawan tanding. Indra hanya menyebut salah satu tim English Primer League (EPL), West Ham United yang akan menjadi salah satu lawan ujicoba Garuda Jaya.
“Ada juga West Ham United, tapi belum pasti juga nanti tim yang mana dari mereka yang akan kami hadapi. Hanya yang pasti levelnya harus di atas timnas,” kata pelatih asal Padang itu.
Indra menegaskan pihaknya masih menunggu keputusan BTN. Jika sudah diputuskan, maka timnas U-19 direncanakan berangkat pada 10 September mendatang.
“Finalisasi belum dilakukan karena banyak pertimbangan yang harus diperhatikan seperti cuaca, lokasi dan waktunya. Jadi semuanya disesuaikan. Disana saat ini sedang musim dingin jadi beberapa faktor masih dillihat,” paparnya.
Latihan timnas U-19 pada Selasa petang sudah diikuti 25 pemain. Termasuk Yabes Roni yang baru saja tiba dari daerah asalnya di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya Yabes tidak ikut latihan di Yogya karena salah satu kerabatnya meninggal dunia.
Latihan timnas U-19 tidak seperti biasanya dimulai pukul 16.30. Ini dikarenakan 24 pemain harus mengikuti orientasi pengenalan kampus (ospek) di kampus baru mereka, UNY. Setelah dua hari mengikuti ospek tingkat universitas, besok para pemain akan ospek untuk tingkat fakultas yakni di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) bidang Sepak Bola.[Liputan6.com]
“Semalam (25/8) dari diskusi kami dengan dengan PSSI dan BTN muncul negara Inggris, Spanyol dan Italia yang salah satunya nanti menjadi lokasi training para pemain,” jelas pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri usai memimpin latihan tim di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, Selasa (26/8/2014) petang.
Meski demikian, belum diputuskan berapa banyak klub di tiga negara tersebut yang akan menjadi lawan tanding. Indra hanya menyebut salah satu tim English Primer League (EPL), West Ham United yang akan menjadi salah satu lawan ujicoba Garuda Jaya.
“Ada juga West Ham United, tapi belum pasti juga nanti tim yang mana dari mereka yang akan kami hadapi. Hanya yang pasti levelnya harus di atas timnas,” kata pelatih asal Padang itu.
Indra menegaskan pihaknya masih menunggu keputusan BTN. Jika sudah diputuskan, maka timnas U-19 direncanakan berangkat pada 10 September mendatang.
“Finalisasi belum dilakukan karena banyak pertimbangan yang harus diperhatikan seperti cuaca, lokasi dan waktunya. Jadi semuanya disesuaikan. Disana saat ini sedang musim dingin jadi beberapa faktor masih dillihat,” paparnya.
Latihan timnas U-19 pada Selasa petang sudah diikuti 25 pemain. Termasuk Yabes Roni yang baru saja tiba dari daerah asalnya di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya Yabes tidak ikut latihan di Yogya karena salah satu kerabatnya meninggal dunia.
Latihan timnas U-19 tidak seperti biasanya dimulai pukul 16.30. Ini dikarenakan 24 pemain harus mengikuti orientasi pengenalan kampus (ospek) di kampus baru mereka, UNY. Setelah dua hari mengikuti ospek tingkat universitas, besok para pemain akan ospek untuk tingkat fakultas yakni di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) bidang Sepak Bola.[Liputan6.com]
Martinus Tetap Doakan Timnas U-19
Nama Martinus Novianto tidak tercantum lagi di skuad timnas Indonesia U-19 arahan Indra Sjafri. Martinus kini dipinjamkan ke timnas U-19B yang dipersiapkan oleh PSSI untuk menghadapi turnamen preparatory AFF di Vietnam, 5 hingga 13 September 2014.
Pemain jebolan Pra PON Yogyakarta ini mengaku tidak sakit hati terbuang dari timnas U-19. Justru, Martinus mendoakan Evan Dimas cs agar bisa mewujudkan target lolos ke Piala Dunia 2015, Selandia Baru.
"Saya doakan mereka bisa berprestasi di Piala Asia. Performa timnas U-19 di Hassanal Bolkiah Trophy tidak bisa dijadikan patokan. Itu bukan permainan terbaik mereka. Saya yakin permainan timnas U-19 lebih baik dari itu," kata Martinus saat ditemui usai latihan di POR Sawangan, Depok, Selasa 26 Agustus 2014.
Martinus mengaku masih berharap dipanggil Indra untuk mengisi tim utama timnas U-19 yang akan bertanding di Piala Asia, Myanmar, Oktober 2014 mendatang.
"Saya siap jika coach Indra memanggil kembali. Tapi, saat ini saya fokus dulu di timnas U-19 arahan Opa Rudi. Mau timnas U-19A atau B, bagi saya sama saja," ujar Martinus.
Bermain di timnas U-19B, Martinus menjadi andalan pelatih kepala, Rudi Keltjes. Dia mendapatkan peran baru di timnas U-19B.
Sebelumnya, Indra menggunakan Martinus sebagai tembok di lini belakang skuad Garuda Jaya. Kini Rudi memanfaatkan Martinus sebagai mesin gol utama di timnas U-19B.
"Saya dapat peran baru di sini, sebagai goal getter. Setiap pelatih memang punya tipe bermain yang berbeda. Kalau di sini, Opa Rudi minta pemain terus menyerang dan jangan terlalu lama menguasai bola. Efektivitas menjadi titik beratnya," jelas Martinus.
Timnas U-19B saat ini masih diisi oleh 29 pemain. Rencananya, tim pelatih masih akan mencoret 4 pemain jelang keberangkatan ke Vietnam.[VIVAbola]
Senin, 25 Agustus 2014
Pemain Timnas U-19 Bakal Di Didik Jadi Pelatih Sepakbola di UNY
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berjanji akan mendidik 23 pemain Timnas Indonesia U-19 dengan baik. Bahkan, UNY akan menjadikan penggawa Garuda Jaya (sebutan Timnas U-19) pelatih sepak bola usia muda bersertifikat.
Rektor UNY, Rochmat Wahab menjelaskan, mata kuliah yang akan didapatkan pemain Timnas U-19, yakni Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Dengan banyaknya pendidikan olahraga yang diberikan UNY, penggawa Garuda Jaya diharapkan mampu menjadi pelatih muda.
“Mereka sudah menjadi pemain yang baik. Nantinya, mereka juga bisa menjadi pelatih yang profesional. Kalau mau jadi profesional, mereka harus mendapat pendidikan yang tersistem,” ucap Rochmat, Minggu (24/8/2014).
Ia menjelaskan, selama pengajaran di bidang kepelatihan, Timnas U-19 akan dipimpin langsung oleh dosen Komarudin sebagai team leader di bidang sepak bola.
“Saya harap ini akan menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Semoga UNY akan menjadi pelopor bagi universitas lain yang bisa menciptakan pelatih muda,” dia mengakhiri.
UNY juga telah menyiapkan pendidikan berbasis e-learning bagi para pemain Timnas U-19. Hal itu membuat pemain bisa melakukan kegiatan pendidikan disela waktu latihan maupun pertandingan membela bangsa.
“Nanti pendidikannya tidak harus tatap muka. Walau pun mereka berada jauh dari kampus, tapi masih tetap bisa belajar,” pungkasnya.
Rektor UNY, Rochmat Wahab menjelaskan, mata kuliah yang akan didapatkan pemain Timnas U-19, yakni Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Dengan banyaknya pendidikan olahraga yang diberikan UNY, penggawa Garuda Jaya diharapkan mampu menjadi pelatih muda.
“Mereka sudah menjadi pemain yang baik. Nantinya, mereka juga bisa menjadi pelatih yang profesional. Kalau mau jadi profesional, mereka harus mendapat pendidikan yang tersistem,” ucap Rochmat, Minggu (24/8/2014).
Ia menjelaskan, selama pengajaran di bidang kepelatihan, Timnas U-19 akan dipimpin langsung oleh dosen Komarudin sebagai team leader di bidang sepak bola.
“Saya harap ini akan menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Semoga UNY akan menjadi pelopor bagi universitas lain yang bisa menciptakan pelatih muda,” dia mengakhiri.
UNY juga telah menyiapkan pendidikan berbasis e-learning bagi para pemain Timnas U-19. Hal itu membuat pemain bisa melakukan kegiatan pendidikan disela waktu latihan maupun pertandingan membela bangsa.
“Nanti pendidikannya tidak harus tatap muka. Walau pun mereka berada jauh dari kampus, tapi masih tetap bisa belajar,” pungkasnya.
Selasa, 01 Juli 2014
23 Persen Pemain Timnas U-19 Dehidrasi dan Rentan Cedera
Dokter Tim Nasional U-19 dr Alfan Nur Asyar mengatakan sebanyak 23 persen dari 30 pemain Garuda Jaya mengalami dehidrasi (kurang cairan) dan 77 persen sisanya berstatus hidrasi normal.
Jumlah ini diketahui berdasarkan hasil tes urin seluruh pemain yang diambil malam hari, sehari sebelum bertanding. Status dehidrasi ini rentan menimbulkan masalah cedera bagi pemain di lapangan.
"Dehidrasi ini bisa berdampak pemain rentan cedera. Makanya kita terapi konsumsi air elektrolit bagi pemain dehidrasi," ujar dr Alfan Nur Asyar kepada Harian Super Ball, Minggu (29/6/2014).
Alfan menambahkan tes urin yang diambil dari seluruh pemain itu salah satunya mengetahui status hidrasi pemain. Status Hidrasi pemain normal itu jumlahnya 70 sampai 75 persen dari berat masa tubuh. Jika ditemukan kurang dari 2 persen dari jumlah itu maka dinyatakan terdehidrasi alias kekurangan cairan.
"Kalau sudah dehidrasi, kita terapi pemain untuk mengkonsumsi 4 liter air elektrolit dalam sehari," ujarnya.
Alfan mengatakan kendala dari terapi air ini masih banyak pemain yang tidak mengkonsumsi air sesuai anjuran. Sehingga tim medis mengambil langkah preventif dengan memberikan break time di tengah pertandingan.
"Break time menit ke 25 kemarin itu hanya langkah preventif saja. Untuk menghindari cedera. Ini memanfaatkan laga ujicoba," ujarnya.
Alfan menambahkan angka pemain dehidrasi ini relatif menurun dibanding di laga sebelumnya. Saat Timnas masih berada di Yogyakarta, pertama diterapkan pemeriksaan urin, kedapatan 50 persen pemain dehidrasi. Kemudian setelah melakoni pertandingan di Palembang menurun menjadi 30 persen.
"Kasusnya ada yang penderita lama, dan pendatang baru. Hanya kita terus fokus membenahi status hidrasi ini," ujarnya. [ TRIBUNNEWS.COM]
Langganan:
Postingan (Atom)









