Minggu, 08 Juni 2014

Gol Pertama Timnas U-19 Terasa Spesial bagi Masyarakat Aceh

Timnas Indonesia U-19 berhasil menang telak 4-0 atas tim Pra PON Aceh. Gol pertama timnas dicetak oleh salah seorang dari tiga putra Aceh yang bergabung dengan skuad asuhan Indra Sjafri, Miftahul Hamdi.

Bagi penonton yang merupakan warga Aceh, gol yang dibuat oleh Hamdi tersebut terasa sangat spesial. Gol perdana Tur Nusantara II timnas Indonesia lahir dari kaki putra Aceh setelah menerima umpan yang juga disodorkan oleh putra Aceh.

Seperti diketahui, Hamdi berhasil merobek jala gawang tim Pra PON Aceh setelah menerima umpan dari tendangan sudut sepakan Hendra Sandi Gunawan.

“Gol yang sangat indah. Spesial bagi kami. Yang beri umpan dan yang cetak gol dua-duanya anak Aceh. Kami sangat bangga dengan mereka,” ujar Alfian, salah seorang penonton kepada VIVAbola.

Selain itu, warga Aceh sangat bangga dengan penampilan Zulfiandi yang menjadi kapten tim menggantikan Evan Dimas yang turun di babak kedua. Kekalahan yang dialami tim Pra PON Aceh pun terasa diobati oleh permainan bagus Zulfiandi.[VIVAbola]

Selasa, 03 Juni 2014

Indra Buka Peluang Jaring Pemain dari Tur Nusantara II


Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, kembali membuka pintu bagi pemain-pemain yang ingin bergabung dengan timnya. Selama menjalani Tur Nusantara Jilid II, Indra akan memantau performa pemain-pemain dari tim lawan.

Namun, tidak mudah bagi pemain untuk bergabung dengan Garuda Jaya. Selain harus memiliki kemampuan di atas rata-rata, pemain yang bersangkutan juga harus cepat beradaptasi dengan pola permainan yang selama ini diusung Evan Dimas Cs.

Pertimbangan ini, melihat hasil penjaringan pemain yang dilakukan pada Tur Nusantara Jilid I lalu. Dari lima pemain yang sempat bergabung dengan Garuda Jaya, hanya satu yang mampu bertahan hingga saat ini, yakni Martinus Novianto.

"Kita kan lihat pemain-pemain dari Tur Nusantara I, kalau bagus kami ambil. Tetapi, mereka ternyata kurang bisa bersaing, jadi kami pulangkan," kata Indra, usai memimpin latihan di Lapangan Pelita Harapan, Karawaci, Selasa 3 Juni 2014.

Tur Nusantara Jilid II akan diawali dari Nangroe Aceh Darussalam, 6 Juni mendatang. Sebanyak delapan sampai sembilan laga akan dihadapi Garuda Jaya selama tur berlangsung.
Menurut Indra, selain menjaring pemain, laga demi laga yang akan dilalui timnya juga bertujuan memberi hiburan dan mematangkan persiapan.

"Ya, tujuan utama kami menjalani Tur Nusantara kan pertama berlatih tanding. Kedua, memberikan hiburan ke masyarakat, dan ketiga mencari pemain," katanya.

"Kami berharap, tim-tim yang kami hadapi mau menurunkan pemain yang usianya di bawah 19 tahun, kami terbuka untuk itu (mengambil pemain baru). Kalau pemainnya layak, pasti kami ambil," sambung mantan pelatih PSP Padang itu.
Indra rencananya akan membawa 30 pemain. Menurutnya, seluruh pemain dalam kondisi yang baik dan siap menjalani Tur Nusantara Jilid II.[VIVAbola]

Jelang Tur Nusantara, Indra Tak Siapkan Strategi Khusus


Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Tur Nusantara jilid 2. Indra menegaskan, fokus pada timnya sendiri.

"Tidak ada persiapan khusus, ini hanya bagian dari latihan jangka panjang kami, bukan untuk Tur Nusantara," kata Indra, Selasa (3/6/2014).

Pelatih asal Padang ini, menjelaskan tidak ada taktik khusus untuk menghadapi lawan-lawan yang mayoritas dari pulau Sumatra itu. "Tidak ada bedanya, tidak ada ciri khas sepakbola di Sumatra dan pulau lainnya. Kami akan bermain dengan baik dan menerapkan strategi tim," katanya.

Namun, Indra kini tengah mencari variasi permainan. Ini lantaran permainan Garuda Jaya dalam beberapa laga terakhir sudah mulai terbaca lawan-lawannya.

"Kami sedang mematangkan organisasi permainan. Buat variasi baru. Untuk formasi, kami akan tetap gunakan 4-3-3 belum ada rencana menggantinya."[Liputan6.com]

Pelatih Timnas U-19 Pantau Fisik Martinus



Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, terus memantau perkembangan penyerang Martinus Novianto. Indra berharap pemain yang terpilih melalui seleksi tur Nusantara pertama, segera menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sejauh ini, Martinus belum mampu menjawab harapan sang pelatih. Pemain Pra PON DI Yogyakarta itu masih kalah tajam dari dua striker "Garuda Jaya", Muchlis Hadi Ning dan Ilham Udin Armayn. Masalah fisik menjadi perhatian tim pelatih.

"Martinus akan terus kami pantau. Mungkin fisiknya yang mesti ditingkatkan," kata Indra, Selasa di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang (3/6/2014).

Pada laga uji coba kontra Yaman akhir Juni lalu, dia harus jatuh bangun untuk menciptakan peluang. Tapi, Martinus tetap gagal mencetak gol pada laga tersebut. Satu-satunya gol dalam pertandingan itu, dicetak Hendra Sandi melalui titik putih.

"Mungkin kondisi lapangan saat itu licin, atau ada faktor lain yang membuatnya sering terpeleset." ujar Indra.

Kompetitor Martinus di lini depan, Muchlis Hadi, mengaku tidak tahu jika kondisi fisik rekannya tengah diamati pelatih. Menurut Muchlis, ada beberapa faktor yang membuat Martinus sulit mencetak gol.

"Saat itu kalau tidak salah, lapangan agak becek setelah hujan. Selain itu, faktor sepatu juga mempengaruhi. Mungkin jenis sepatu Martinus agak merepotkan untuk bermain saat hujan."[Liputan6.com]

Timnas U-19 Jangan Dituntut Menang Terus


Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, meminta agar anak asuhnya tidak dituntut selalu menang dalam laga uji coba. Kata dia, itu tidak menggambarkan kekuatan Garuda Jaya yang sebenarnya.

Indra berpendapat, ketika Maldini Pali dan kawan-kawan menelan hasil seri atau kalah, mereka langsung dihakimi. Padahal, laga uji coba merupakan wadah bagi para pemain untuk belajar dan menambah pengalaman jelang laga berikutnya.

"Basic skill (kemampuan mendasar) anak-anak yang harus diperbaiki, dan usia Timnas U-19 masih sangat bisa untuk itu. Laga uji coba itu seperti latihan, setelah itu hasilnya selalu kami evaluasi," kata Indra kepada VIVAbola seusai memimpin latihan di Lapangan Pelita Harapan, Karawaci, Selasa 2 Juni 2014.

Indra menambahkan, para pemain muda harus diberi ruang lebih banyak untuk memperbaiki diri. Sebab, jika dari usia muda sudah salah dalam pembinaan dan belajar, dampaknya terlihat ketika usia para pemain sudah mencapai level senior.

"Timnas U-19 jangan dituntut menang terus, kalau kalah langsung kami diserang. Seolah pemain Timnas U-19 sudah habis," ujar pria asal Sumatera Barat ini.

"Padahal, saat itu kami kalah atau seri di laga uji coba, bukan di turnamen resmi. Mereka pemain muda, bukan senior, jadi laga uji coba untuk mereka adalah bagaimana memperbaiki penampilan dari satu laga ke laga berikutnya," paparnya.

Dalam berbagai uji coba yang telah dijalani, Garuda Jaya memang beberapa kali menuai hasil imbang dan kalah. Kekalahan terakhir didalami Timnas U-19 saat bertemu Myanmar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Mei lalu. Dalam uji coba kedua setelah di laga pertama imbang 1-1, Garuda Jaya kalah dengan skor 1-2.

Dalam waktu dekat ini, Timnas U-19, kembali akan mengikuti serangkaian uji coba dalam Tur Nusantara II. Program ini akan diawali dari Nangroe Aceh Darussalam. [VIVAbola]

Senin, 02 Juni 2014

Panpel Promosi Kedatangan Timnas U-19


Asosiasi PSSI Aceh bersama Telkomsel, mulai gencar mempromosikan kedatangan Timnas U-19 ke Aceh, dalam rangka tour Nusantara jilid kedua.
Kemarin, PSSI Aceh dan Telkomsel melakukan konvoi keliling Kota Banda Aceh, untuk mempromosikan kedatangan skuad Garuda Jaya.

Konvoi dalam rangka promosi tersebut mengambil start dari kantor Grapari Telkomsel Banda Aceh, dan melewati rute Darussalam, Jambo Tape, Batoh, Stui dan beberapa ruas jalan protokol lainnya.

Manager Brand Telkomsel Banda Aceh, Deni, kepada wartawan mengatakan, sebagai sponsor utama lokal pihaknya ingin menyukseskan kedatangan timnas ke Aceh. Kita ingin memberitahukan kedatangan timnas melalui konvoi ini, ujarnya.

Selain dengan konvoi, lanjut Deni, promosi kedatangan timnas juga dilakukan dengan pemasangam spanduk dan baliho. Kita berharap masyarakat akan ramai menyaksikan pertandingan timnas U - 19 melawan U-21 Aceh pada tanggal 6 Juni nanti, pungkasnya.

Seperti diketahui, Timnas U-19 akan datang ke Aceh pada tanggal 4 Juni 2014. Sementara pertandingan antara Timnas dengan tim U-21 Aceh akan berlangsung pada tanggal 6 Juni di stadion Harapan Bangsa.

Tim Pra PON Aceh Berambisi Repotkan Timnas U-19

Tim Pra PON Aceh berambisi merepotkan Timnas Indonesia U-19 saat kedua tim bertemu di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, 6 Juni 2014. Meski tidak yakin menang, tim Pra PON Aceh yakin bisa memberikan perlawanan berarti.

Laga melawan tim Pra PON Aceh merupakan pertandingan pertama Tur Nusantara jilid kedua yang akan dijalani Timnas U-19. Selain menghadapi tim Pra PON Aceh, Evan Dimas dan kawan-kawan juga akan dijadwalkan menghadapi Semen Padang U-21.

Ketua PSSI Aceh, Adly Tjalok, mengatakan pertandingan melawan Timnas U-19 merupakan pengalaman berharga bagi tim Pra PON Aceh. "Kami sangat siap. Kami sudah mengumpulkan para pemain dan melakukan latihan. Kami siap mengimbangi permainan bagus Timnas U-19," ujar Tjalok, Senin, 2 Juni 2014.

Selain menjadi pengalaman berharga bagi tim Pra PON Aceh, kehadiran Timnas U-19 juga akan menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Maklum, publik Aceh sangat ingin menyaksikan langsung aksi tim Garuda Jaya.

"Kami memang tidak berharap menang, namun kami berharap bisa mengimbangi permainan Timnas U-19 dan menghibur masyarakat yang hadir dan menonton nantinya," tegas Tjalok.

Tjalok mengatakan pihaknya menargetkan Stadion Harapan Bangsa akan dipenuhi suporter. Harga tiket termurah pertandingan tim Pra PON Aceh melawan Timnas U-19 dijual Rp40 ribu, dan termahal Rp80 ribu. [VIVAbola]