Senin, 02 Juni 2014
Panpel Promosi Kedatangan Timnas U-19
Asosiasi PSSI Aceh bersama Telkomsel, mulai gencar mempromosikan kedatangan Timnas U-19 ke Aceh, dalam rangka tour Nusantara jilid kedua.
Kemarin, PSSI Aceh dan Telkomsel melakukan konvoi keliling Kota Banda Aceh, untuk mempromosikan kedatangan skuad Garuda Jaya.
Konvoi dalam rangka promosi tersebut mengambil start dari kantor Grapari Telkomsel Banda Aceh, dan melewati rute Darussalam, Jambo Tape, Batoh, Stui dan beberapa ruas jalan protokol lainnya.
Manager Brand Telkomsel Banda Aceh, Deni, kepada wartawan mengatakan, sebagai sponsor utama lokal pihaknya ingin menyukseskan kedatangan timnas ke Aceh. Kita ingin memberitahukan kedatangan timnas melalui konvoi ini, ujarnya.
Selain dengan konvoi, lanjut Deni, promosi kedatangan timnas juga dilakukan dengan pemasangam spanduk dan baliho. Kita berharap masyarakat akan ramai menyaksikan pertandingan timnas U - 19 melawan U-21 Aceh pada tanggal 6 Juni nanti, pungkasnya.
Seperti diketahui, Timnas U-19 akan datang ke Aceh pada tanggal 4 Juni 2014. Sementara pertandingan antara Timnas dengan tim U-21 Aceh akan berlangsung pada tanggal 6 Juni di stadion Harapan Bangsa.
Tim Pra PON Aceh Berambisi Repotkan Timnas U-19
Tim Pra PON Aceh berambisi merepotkan Timnas Indonesia U-19 saat kedua tim bertemu di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, 6 Juni 2014. Meski tidak yakin menang, tim Pra PON Aceh yakin bisa memberikan perlawanan berarti.
Laga melawan tim Pra PON Aceh merupakan pertandingan pertama Tur Nusantara jilid kedua yang akan dijalani Timnas U-19. Selain menghadapi tim Pra PON Aceh, Evan Dimas dan kawan-kawan juga akan dijadwalkan menghadapi Semen Padang U-21.
Ketua PSSI Aceh, Adly Tjalok, mengatakan pertandingan melawan Timnas U-19 merupakan pengalaman berharga bagi tim Pra PON Aceh. "Kami sangat siap. Kami sudah mengumpulkan para pemain dan melakukan latihan. Kami siap mengimbangi permainan bagus Timnas U-19," ujar Tjalok, Senin, 2 Juni 2014.
Selain menjadi pengalaman berharga bagi tim Pra PON Aceh, kehadiran Timnas U-19 juga akan menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Maklum, publik Aceh sangat ingin menyaksikan langsung aksi tim Garuda Jaya.
"Kami memang tidak berharap menang, namun kami berharap bisa mengimbangi permainan Timnas U-19 dan menghibur masyarakat yang hadir dan menonton nantinya," tegas Tjalok.
Tjalok mengatakan pihaknya menargetkan Stadion Harapan Bangsa akan dipenuhi suporter. Harga tiket termurah pertandingan tim Pra PON Aceh melawan Timnas U-19 dijual Rp40 ribu, dan termahal Rp80 ribu. [VIVAbola]
Laga melawan tim Pra PON Aceh merupakan pertandingan pertama Tur Nusantara jilid kedua yang akan dijalani Timnas U-19. Selain menghadapi tim Pra PON Aceh, Evan Dimas dan kawan-kawan juga akan dijadwalkan menghadapi Semen Padang U-21.
Ketua PSSI Aceh, Adly Tjalok, mengatakan pertandingan melawan Timnas U-19 merupakan pengalaman berharga bagi tim Pra PON Aceh. "Kami sangat siap. Kami sudah mengumpulkan para pemain dan melakukan latihan. Kami siap mengimbangi permainan bagus Timnas U-19," ujar Tjalok, Senin, 2 Juni 2014.
Selain menjadi pengalaman berharga bagi tim Pra PON Aceh, kehadiran Timnas U-19 juga akan menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Maklum, publik Aceh sangat ingin menyaksikan langsung aksi tim Garuda Jaya.
"Kami memang tidak berharap menang, namun kami berharap bisa mengimbangi permainan Timnas U-19 dan menghibur masyarakat yang hadir dan menonton nantinya," tegas Tjalok.
Tjalok mengatakan pihaknya menargetkan Stadion Harapan Bangsa akan dipenuhi suporter. Harga tiket termurah pertandingan tim Pra PON Aceh melawan Timnas U-19 dijual Rp40 ribu, dan termahal Rp80 ribu. [VIVAbola]
Timnas U-19 Patok Standar Tinggi di Tur Nusantara Jilid II
YOGYAKARTA - Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 mengusung 30 pemain dalam Tur Nusantara jilid dua yang akan dimulai di Aceh pada 6 Juni mendatang. Meski ada peluang untuk mencari bibit baru yang lebih baik, namun arsitek tim, Indra Sjafri mengaku tidak akan terlalu mengharapkannya.
''Kalau dia bagus, memenuhi standar, ya pasti akan kita rekrut. Tapi, kalau saya melihat dari beberapa pengalaman di Tur Nusantara pertama ada lima penambahan pemain. Tapi, saat ini hanya tinggal satu, yaitu Martinus (Novianto). Itupun masih belum kita anggap betul-betul memenuhi kriteria standar kita,''kata Pelatih Kepala timnas U-19, Indra Sjafri.
Namun, kata indra, jika ada pemain yang sesuai standar empat komponen, yaitu mempunyai skill, fisik, taktikal, dan mental bagus, dia akan direkrut. Artinya, pihaknya melakukan pencoretan terhadap pemain yang lama untuk digantikan dengan penggawa anyar.
Selain melawan Tim Pra-PON Aceh, Garuda Jaya direncanakan akan menjajal Semen Padang U-21. Juga, ke Indonesia bagian timur, menyambangi Ternate.''Tapi nanti jadwalnya akan dirilis BTN (Badan tim Nasional),''ujarnya.
Sebab, pembinaan usia muda ideal dilakukan sebanyak 30 pemain. Meski ia hanya membutuhkan 23 pemain saja yang nantinya akan diberangkatkan ke Piala Asia U-19 2014.''Kalau ada yang bisa menggantikan (pemain lama) ya kita tambah. Untuk pembinaan usia muda idealnya memang 30 tapi paling ideal 28. Pada AFC (Piala Asia) kita nanti berangkatkan 23 pemain,''tuturnya.
Skuad berjuluk Garuda Jaya ini memang dalam rangka persiapan Piala Asia di Myanmar pada Oktober mendatang. Selain tur Nusantara, mereka pun akan melakukan uji coba dengan mengikuti turnamen di Vietnam maupun tur Eropa.
''Tim ini sedang ditata dengan beberapa kali uji coba. Di Vietnam nanti kita coba dengan Jepang. Kemudian, nanti tur Eropa ada Spanyol U-20, Brasil U-20 serta Chile U-20. Mereka kaya dengan pengalaman,''ujarnya.
Timnas Indonesia U-19 sendiri di Piala Asia nanti berada di grup B bersama dengan UEA, Uzbekistan, dan Australia. Indra Sjafri pun mengaku, sudah memantau kekuatan mereka.''Begitu lolos ke putaran final, kita langsung bergerak memantau perkembangan tim lain,''ucapnya.
Sementara kapten Timnas U-19 Evan Dimas mengaku, dari tiga tim yang sama-sama di grup B tersebut, memang semuanya berat.''Semuanya berat, tapi kita anggap biasa-biasa saja sih,''katanya.
''Kalau dia bagus, memenuhi standar, ya pasti akan kita rekrut. Tapi, kalau saya melihat dari beberapa pengalaman di Tur Nusantara pertama ada lima penambahan pemain. Tapi, saat ini hanya tinggal satu, yaitu Martinus (Novianto). Itupun masih belum kita anggap betul-betul memenuhi kriteria standar kita,''kata Pelatih Kepala timnas U-19, Indra Sjafri.
Namun, kata indra, jika ada pemain yang sesuai standar empat komponen, yaitu mempunyai skill, fisik, taktikal, dan mental bagus, dia akan direkrut. Artinya, pihaknya melakukan pencoretan terhadap pemain yang lama untuk digantikan dengan penggawa anyar.
Selain melawan Tim Pra-PON Aceh, Garuda Jaya direncanakan akan menjajal Semen Padang U-21. Juga, ke Indonesia bagian timur, menyambangi Ternate.''Tapi nanti jadwalnya akan dirilis BTN (Badan tim Nasional),''ujarnya.
Sebab, pembinaan usia muda ideal dilakukan sebanyak 30 pemain. Meski ia hanya membutuhkan 23 pemain saja yang nantinya akan diberangkatkan ke Piala Asia U-19 2014.''Kalau ada yang bisa menggantikan (pemain lama) ya kita tambah. Untuk pembinaan usia muda idealnya memang 30 tapi paling ideal 28. Pada AFC (Piala Asia) kita nanti berangkatkan 23 pemain,''tuturnya.
Skuad berjuluk Garuda Jaya ini memang dalam rangka persiapan Piala Asia di Myanmar pada Oktober mendatang. Selain tur Nusantara, mereka pun akan melakukan uji coba dengan mengikuti turnamen di Vietnam maupun tur Eropa.
''Tim ini sedang ditata dengan beberapa kali uji coba. Di Vietnam nanti kita coba dengan Jepang. Kemudian, nanti tur Eropa ada Spanyol U-20, Brasil U-20 serta Chile U-20. Mereka kaya dengan pengalaman,''ujarnya.
Timnas Indonesia U-19 sendiri di Piala Asia nanti berada di grup B bersama dengan UEA, Uzbekistan, dan Australia. Indra Sjafri pun mengaku, sudah memantau kekuatan mereka.''Begitu lolos ke putaran final, kita langsung bergerak memantau perkembangan tim lain,''ucapnya.
Sementara kapten Timnas U-19 Evan Dimas mengaku, dari tiga tim yang sama-sama di grup B tersebut, memang semuanya berat.''Semuanya berat, tapi kita anggap biasa-biasa saja sih,''katanya.
Timnas U-19 Masih Harus Banyak Belajar
JAKARTA – Pelatih Tim Nasional (Timnas) U-19 Indonesia, Indra Sjafri, kritisi espektasi besar masyarakat pecinta sepakbola Indonesia kepada anak-anak asuhnya. Tidak hanya itu, Indra juga coba meluruskan penilaian-penialaian soal penampilan Ilham Udin Armayn dkk dibeberapa ujicoba terakhir.
Tampil mengesankan dalam beberapa bulan terakhir, harapan besar memang ditujukan kepada skuad Garuda Jaya, julukan Timnas U-19. Akan tetapi, hal itu juga mendapat tanggapan dari Indra. Pelatih asal Padang, Sumatera Barat, tersebut menyatakan, anak-anak asuhnya masih terus belajar dan berkembang.
“Ini kan masih usia muda. Jangan samakan. Orang kan selalu, menyamakan seolah-olah tim ini maha hebat. Ini kan masih belajar. Apa yang masih dipelajari ya semua. Semua lini akan kami perbaiki. Yang jelas apa yang sama perbaiki ada perubahan,” ungkap Indra kepada Bolanasional.co.
Soal ada anggapan Timnas U-19 cederung tampil emosial, Indra juga menyanggah hal itu. Menurut penjelasannnya bukan faktor emosional yang terjadi, akan tetapi ada sisi teknis yang sebetulnya harus lebih diantisipasi.
“Ya kemarin kami (Timnas U-19) dibilang emosial, padahal apa yang emosional. Padahal bukan emosinya yang tinggi, tetapi individual defending-nya yang salah. Tapi waktu terakhir laga (kontra Lebanon U-19 (28/5), aman tidak ada masalah. Malah lawan yang kartu merah. Siapa yang emosi, lawan atau kita?,” tegas Indra.
Dua Jadwal Tur Nusantara Jilid Dua Timnas Indonesia U-19 Masih Tentatif
Timnas Indonesia U-19 dipastikan bakal melakoni rangkaian Tur Nusantara jilid dua mulai 6 Juni mendatang. Sekjen PSSI, Joko Driyono, mengungkapkan ada delapan pertandingan yang rencananya bakal diikuti skuat yang dilatih Indra Sjafri itu.
Namun, dari delapan pertandingan yang sudah terjadwal, dua pertandingan terakhir yang akan dimainkan di Malang dan Sidoarjo masih didiskusikan soal kepastian tanggalnya.
"Masalahnya setelah dari Bandung pada 27 Juli, dua hari kemudian akan bertanding di Malang. Tapi itu sudah masuk bulan puasa. Jadi teoritisnya kemungkinan untuk Malang bakal digelar pada 2 Juli dan Sidoarjo pada 4 Juli," ujar Joko, di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Senin (2/6) siang.
Evan Dimas dan kawan-kawan pun sudah mulai berlatih di Karawaci, Tangerang, pada hari ini.
Berikut jadwal Tur Nusantara Jilid Dua yang sudah terkonfirmasi:
6 Juni 2014 Indonesia U-19 vs Pra PON Aceh
11 Juni 2014 Indonesia U-19 vs Semen Padang U-21 Padang
16 Juni 2014 Indonesia U-19 vs PSPS U-21 Pekanbaru
20 Juni 2014 Indonesia U-19 vs Sriwijaya FC
Palembang
25 Juni 2014 Indonesia U-19 vs Persib U-21 Bandung
27 Juni 2014 Indonesia U-19 vs Pra PON Jabar Bandung
Keterangan Untuk di Malang dan Sidoarjo masih menunggu kepastian tanggal pertandingan.
Dibutuhkan PSIM, Martinus: Saya Masih Fokus di Timnas U-19
Pasca kehilangan Engkus Kuswaha, PSIM tak berharap banyak pada Martinus Novianto yang bergabung bersama Timnas U-19. Meskipun ada asa jika tak digunakan oleh Timnas, Martinus dianggap jadi amunisi penting untuk lini depan.
Tim pelatih PSIM Yogya paham, soal Martinus semua tergantung keputusan dari Indra Sjafri. Hal itu tentang apakah akan memberikan kesempatan kepada Martinus mengejar ketertinggalan di Timnas atau sebaliknya.
Hanya saja, persaingan lini depan Garuda Jaya juga tak mudah. Ada sejumlah nama yang berposisi sama dengan Martinus, yakni Miftahul Hamdi, Septian David, Muchlis Hadi, Maldini, dan Ilham Udin Armaiyn.
Tiga nama terakhir adalah pemain inti Timnas U-19, sedangkan Miftahul dan Septian David baru beberapa kali diturunkan bersama selama uji coba dengan negara lain.
Martinus sudah dua kali dimainkan Indra saat dua kali menghadapi Yaman, yaitu pada 15 menit terakhir menang 3-0 dan main full time dipertandingan kedua dengan skor akhir imbang 1-1.
Pemain kelahiran Gunungkidul itu mengungkapkan, dirinya masih tetap fokus bersama Timnas U-19 sesuai dengan arahan dari manajemen PSIM yang mendukungnya manambah pengalaman bersama Evan Dimas Cs.
"Saat ini masih fokus di sini (Timnas, Red). Manajemen juga mendukung itu, namun PSIM memang klub saya sejak awal," kata Martinus.[TRIBUNNEWS.COM]
Tunggu Keberangkatan, Timnas U-19 Latihan di Tangerang
JOGJA - Timnas U-19 bakal menjalani "pemanasan" terlebih dulu di Tangerang sebelum berangkat melakoni tur nusantara seri dua pada 6-27 Juni mendatang. Mereka dijadwalkan kembali berlatih di lapangan SPH Karawaci, Tangerang, mulai besok (3/6) pagi.
Pelatih Indra Sjafri menyebut sesi latihan di Jakarta ini sengaja dilakukan sembari menunggu keberangkatan ke Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Mereka akan berangkat ke kota pertama tur nusantara seri dua pada Rabu (4/6) nanti.
"Besok (hari ini, Red) siang, sekitar pukul 11.00 kami berangkat ke Jakarta. Sore harinya istirahat, Selasa pagi kamik mulai latihan lagi di Karawaci," katanya saat dihubungi, kemarin (1/6).
Fokus latihan yang akan dilakoni skuad Garuda Jaya, besok dipastikan tak jauh-jauh dari materi yang sudah dijalani selama di Jogja: Evaluasi pasca ujui coba Internasional disana. Selain lini depan, lini tengah dan belakang bakal ditingkatkan performanya oleh Indra.
"Materinya, ya kelanjutan dari latihan yang sebelumnya karena ini kan rangkaian, setelah uji coba langsung evaluasi. Kami akan latihan empat kali, sebelum berangkat ke Aceh," ujar pelatih 51 tahun tersebut.
Bagi Indra, lini depan dan finishing memang menjadi kendala Evan dkk yang masih harus terus dibenahi olehnya. Namun, dia tak mau membebankan soal ketajaman melulu ke performa lini depan.
Lini tengah menurutnya juga harus dilihat, apakah suplai bola mereka ke depan sudah maksimal dan bagus. Sebab, aliran bola ini berpengaruh kepadaproduktivitas di lini depan. Dengan begitu, akan ada pembenahan yang saling berkaitan dan menyeluruh di dalam tim.
Sementara itu, striker andalan Timnas U-19, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh menilai permainan dan performa tim terus berkembang. Dengan waktu dan fase persiapan yang masih menyisakan waktu tiga bulan lebih, striker asal Mojokerto itu yakin tim masih bsia meningkat lebih baik lagi.
"Kami terus melakukan pembenahan, belajar berusaha agar bisa menjadi lebih baik. Hasil akhirnya di uji coba memang belum memuaskan, tapi permainan kami terus meningkat," tandasnya.
Mengenai jadwal pertandingan dan lawan yang akan dihadapi oleh Timnas U-19 pada tur nusantara nanti, sampai saat ini belum diumumkan oleh Badan Tim Nasional.
Hanya, seperti tur nsuantara seri satu, besar kemungkinan yang akan dilawan adalah tim-tim U-21 atau Pra PON di daerah tersebut. Selain Aceh, Padang, Palembang, Riau, dan Bandung akan menjadi kota-kota yang dijejak U-19.
Langganan:
Postingan (Atom)




