Jumat, 27 Juni 2014

Tim PON Jabar Diperkuat 7 Pemain PBR U21 dan Persib U21

Tim PON Jabar telah bersiap diri untuk menghadapi timnas Indonesia U19 pada lanjutan Tur Nusantara II di Stadion Siliwangi, Jum’at (27/06). Dari skuad yang dipersiapkan, tim PON Jabar diperkuat 7 pemain PBR U21 dan 6 pemain Persib U21.

Tujuh pemain PBR U21 yang terpilih masuk skuad tim PON Jabar adalah Gustaman Noor Fajar (kiper), Ardian Syahbandar, Ridwan Abdulah Ramdhani, Yahya (Belakang), Ganjar Kurniawan, Fikri Fahreza (tengah) dan Heri Susanto (depan).

Pelatih PBR U21, Roni Remon menyambut baik dengan terpilihnya 7 pemainnya masuk skuad PON Jabar. Ia mengatakan hal ini menjadi bukti bahwa pemain PBR punya kualitas yang bisa diandalkan.

Roni berharap para pemain PBR U21 ini memberi kontribusi maksimal buat tim PON Jabar.

Sementara dari Persib U21, 6 pemain yang bergabung dengan Tim PON Jabar adalah Ary Ahmad Syafari (belakang), Alfath Faathier, Abdul Azis, Gian Zola, Agil Munawar (tengah), dan Rizky Alam (depan)

Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) Muhammad Farhan mengatakan hal ini membuktikan bahwa Maung Ngora (Persib U21) masih dapat berkontribusi bagi sepak bola Jawa Barat.

“Sebuah kebanggaan untuk kita. Tinggal kita atur saja masalah schedule dan lain-lainnya,” kata Farhan.

Eriyanto Ingin Perkuat PERSIB


Pemain Timnas Indonesia U-19, Eriyanto berharap dapat memperkuat PERSIB. Ia sendiri merupakan pemain yang berdomisili di Jawa Barat yang bercita-cita dapat memperkuat Maung Bandung guna meningkatkan kualitas permainan mengolah si kulit bundar.

Eriyanto mengakui tim kebanggaan Bobotoh tersebut merupakan tim idola pemain asal Sukabumi ini.

"Ada pastinya keinginan memperkuat satu-satunya klub besar di Jawa Barat. Saya sebagai orang Jawa Barat ingin sekali membela tim PERSIB," ujar pria yang juga terpilih sebagai kapten terbaik di Milan Junior Camp Day Tournament 2010 ini.

Lebih lanjut pemain kelahiran 12 Maret 1996 ini menuturkan, dirinya hidup di lingkungan yang mayoritas pendukung PERSIB. Hal itu pula yang membuat rasa cinta dan keinginan dirinya untuk menjadi pemain Pangeran Biru semakin besar.

"Teman-teman saya di kampung juga banyak yang Bobotoh dan Viking juga. Jadi, setidaknya mereka banyak yang bilang ke PERSIB. Di hati saya juga ada keinginan bermain di PERSIB," ucapnya.

Sementara itu, Eriyanto sendiri sebelumnya sempat terpanggil untuk memperkuat PERSIB U-21. Namun, ia batal bergabung karena lebih dulu terpanggil oleh skuat Garuda Jaya dibawah asuhan pelatih Indra Sjafri.

Indra Sjafri Kesampingkan Hasil Akhir


“Seperti yang sudah saya sampaikan, ini program yang berinduk untuk persiapan timnas U-19. Mereka akan belajar untuk bertanding dalam berbagai tingkatan lawan seperti Tur Nusantara, Timur Tengah dan Eropa. Untuk Tur Nusantara 2 ini akan berakhir 11 Juli di Sidoarjo,” ujar Indra Sjafri dalam konferensi pers di Kantor Pengprov PSSI Jawa Barat.

Disampaikan oleh pelatih asal Sumatera Barat tersebut bahwa dalam laga yang rencananya digelar di Stadion Siliwangi, Jumat (27/6) besok, dirinya tidak menargetkan pentingnya hasil akhir di penghujung laga. Dia lebih mengutamakan pengalaman bagi para pemainnya sembari mencari bibit muda Jawa Barat yang masuk dalam kriterianya. Terutama pemain tersebut harus lahir pada tahun 1995 keatas agar dapat mengikuti kompetisi U-19.

“Kita akan berhadapan dengan tim PON Jabar. Tujuan kita memberi pengalaman para pemain dengan bertanding melawan berbagai tipe dan kualitas lawan. Lalu mencari bibit pemain yang masih belum terlihat dan untuk itu harus yang masuk regulasi yaitu pemain kelahiran tahun 95 keatas. Kita berharap di setiap daerah ada pemain yang bagus,” sambungnya.

Sementara itu mengenai peluang kedua pemain timnas U-19 asal Jawa Barat untuk bermain, coach Indra memastikan bahwa Eriyanto akan tampil. Sedangkan untuk Dicky Indrayana masih diragukan karena dia sedang menderita demam. Tetapi dipastikan salah satu dari mereka akan menjadi kapten tim dalam pertandingan besok.

“Pasti tapi kita lihat kondisi Dicky karena semalam dia demam. Kita tunggu kabar dari dokter. Kita betul-betul ingin memberikan motivasi bagi pemain Jabar,” tukasnya

Rabu, 18 Juni 2014

Timnas U-19 Ambil Ilmu Dari Piala Dunia 2014


Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengungkapkan bahwa gelaran Piala Dunia 2014 kali ini akan dijadikan ajang untuk belajar baginya dan anak asuhnya di skuat Garuda Jaya. Piala Dunia 2014 di Brasil, mulai diputar pada 12 Juni dan akan berakhir 13 Juli 2014.
"Kami tidak hanya menyaksikannya, namun setiap pertandingan di Piala Dunia kami rekam. Setelah itu, kami mengumpulkan para pemain dalam kelas dan kemudian memperlihatkan rekamannya. Tujuannya, agar para pemain bisa mengetahui kenapa tim ini kalah atau menang," terang Indra Sjafri.

Dipaparkannya, manfaat tersebut tidak hanya dipetik para pemain. Melainkan, bagi tim pelatih. Sebab, tim pelatih yang membentuk para pemain.

"Karena itu, Piala Dunia tidak sebatas hiburan saja. Tetapi. Juga untuk meraih ilmu," tuturnya.

Hal senada sebelumnya dilontarkan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin. Dikatakan Djohar, hal tersebut bisa dijadikan berupa tambahan referensi ilmu sepak bola.

"Piala Dunia diharapkan menginspirasi para pemain Timnas U-19. Banyak variasi permainan yang dapat ditiru anak-anak untuk melakukan trik sepak bola," terang Djohar Arifin Husin.

Karena itu, Djohar berharap tim pelatih Garuda Jaya- julukan Timnas Indonesia U-19- membuat analisa terhadap video rekaman pertandingan.

"Timnas U-19 bisa meniru gaya bermain dan semangat juang dari Timnas Jerman. Permainan tidak monoton seperti yang ada saat ini, tetapi menambah variasi serangan. Apalagi, saya ingin Timnas kita tampil di Piala Dunia. Harapan itu, sekarang ada di Timnas U-19," kata Djohar.

Garuda Jaya nantinya tampil di Piala Asia U-19 Myanmar pada Oktober mendatang. Jika mampu melaju hingga semifinal, Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan berhak lolos ke Piala Dunia U-20.

Sejak Piala Dunia 1938 Prancis, Indonesia tak pernah lagi tampil di putaran final Piala Dunia. Namun, Djohar mengaku optimistis Indonesia dapat tampil di Piala Dunia 2018 Rusia atau Piala Dunia 2022 Qatar.[ Bola.net]

Pengawalan Timnas U-19 Berlebihan

Pengawalan ketat yang dilakukan panitia pelaksana dalam menyambut kedatangan rombongan Tim Nasional Indonesia U-19 saat tiba di Palembang dinilai berlebihan. Kondisi ini tak pelak membuat masyarakat yang sudah menunggu sejak lama di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II kecewa.

Padahal mereka sengaja datang hanya ingin melihat, menyapa dan berfoto dengan pelatih serta pemain kebanggaan mereka itu. Tapi keiginan mereka harus pupus, setelah sejumlah pengawal berbadan besar yang disiapkan oleh panitia pelaksana sama sekali tidak memberikan kesempatan sedikit pun. Meskipun Evan Dimas dkk sama sekali tidak merasa terganggu dan justru merasa senang karena mendapatkan sambutan dari warga Palembang.

Kondisi serupa juga terjadi saat rombongan tim tiba di Hotel Aryaduta. Sejumlah fans hanya bisa melihat dan menyapa dari jauh dan tidak berani mendekat, karena melihat pengawalan yang begitu ketat. Awak media yang ingin melakukan wawancara dengan pemain dihalangi dengan alasan kondisi pemain kelelahan dan tidak bisa diganggu.

Begitupula saat wartawan yang sudah lebih dulu meminta izin untuk melakukan wawancara dengan pelatih Indra Sjafri, hanya diberikan waktu sedikit dan tidak sampai lima menit. Padahal, pelatih asal Padang itu sama sekali tidak merasa keberatan dan bersedia memberikan keterangan terkait kedatangan timnya ke Palembang untuk menggelar pertandingan uji coba dengan Sriwijaya FC U-21, Jumat (20/6).

Saat pelatih Indra Sjafri sedang fokus menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan, tiba-tiba panpel langsung menyatakan jika waktu wawancara telah selesai. Seketika itu pula, para pria berbadan tegap itu langsung menutup akses terhadap eks pemain PSP Padang itu.

Akhirnya, wartawan yag sudah menanti sejak lama merasa kecewa dengan pengamanan berlebihan yang dilakukan oleh pihak panpel. Mungkin hanya di Palembang, pengawalan seperti ini diberlakukan terhadap tim yang telah membawa nama Indonesia meroket di tingkat Asia Tenggara.

Selasa, 17 Juni 2014

Monoton, Djohar Arifin Sarankan Timnas U-19 Tiru Gaya Bermain Jerman

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengatakan turnamen sepak bola Piala Dunia diharapkan dapat menginspirasi para pemain timnas Indonesia U-19.

Pria kelahiran Sumatera Utara tersebut menilai permainan 32 kontestan yang tampil di Brasil mulai 12 Juni-13 Juli mendatang diharapkan menjadi tambahan referensi ilmu sepak bola bagi para pemain dan tim pelatih.

“Piala Dunia diharapkan menginspirasi para pemain timnas U-19. Banyak variasi permainan yang dapat ditiru anak-anak untuk melakukan trik sepak bola,” ujar Djohar Arifin Husin ditemui Tribunnews di Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Djohar Arifin Husin mengaku pelatih dapat membuat sesi khusus untuk melakukan analisa video rekaman pertandingan. Salah satu pertandingan yang dinilai layak untuk dianalisa adalah laga perdana grup G antara Timnas Jerman menghadapi Timnas Portugal.

Der Panser berhasil meraih kemenangan 4-0. Gelandang Bayern Munchen, Thomas Muller mencetak hat-trick di pertandingan tersebut. Sementara, satu gol lainnya dicetak bek Mats Hummels. Portugal bermain dengan 10 orang setelah Pepe di kartu merah pada menit 37.

“Timnas U-19 bisa meniru gaya bermain Jerman. Permainan tidak monoton seperti yang ada saat ini, tetapi menambah variasi serangan,” kata Djohar.[TRIBUNNEWS.COM]

Djohar Arifin : Tulisan Sponsor di Jersey Timnas U-19

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, menanggapi adanya sponsor di jersey Timnas Indonesia U-19.

Jersey Timnas Indonesia U-19 terlihat ada sponsor saat melakukan ujicoba melawan tim Pra PON Riau di Stadion Utama Riau, Senin (16/6/2014) malam. Ya, laga Tur Nusantara Jilid 2 ini untuk pertama kalinya Garuda Muda ada tulisan “Torabika” di bagian dada, lengan kiri, lengan kanan, dan celana.

"Kami tidak menjual diri (timnas Indonesia U-19). Kami membutuhkan dana dalam jumlah besar untuk mempersiapkan tim. Kami tidak ingin pelatih tidak bisa membuat program karena tak ada dana," tutur Djohar ditemui di Jakarta, Selasa (17/6/2014).

PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) mempersiapkan timnas Indonesia U-19 berlaga di Piala Asia U-19, yang berlangsung di Myanmar pada Oktober 2014. Dalam masa persiapan, skuat Garuda Jaya akan melakukan persiapan di dalam dan luar negeri.

Djohar Arifin Husin mengaku kerjasama sponsor dengan timnas Indonesia U-19 tidak akan menggangu aktivitas pemain. Sebab, penandatanganan kontrak kerjasama dilakukan secara kelompok mengatasnamakan timnas Indonesia U-19 bukan individu-individu pemain.

"Sponsor secara tim bukan individu-individu pemain. Sebab, kalau kerjasama sponsor secara individu maka aktivitas pemain akan terganggu kegiatan di luar lapangan. Kami memproteksi para pemain," katanya.[ TRIBUNNEWS.COM]